Saat puasa, umat muslim diwajibkan menahan haus dan lapar selama hampir 13 jam dalam satu hari. Tak sedikit oeang yang menjadikan hal tersebut menjadi alasan untuk tidak berolahraga saat berpuasa. Namun, sebenarnya kita masih bisa tetap berolahraga di saat puasa dengan memperhatikan beberapa hal.
Berolahraga saat berpuasa memang menjadi satu tantangan tersendiri, karena saat menahan haus dan lapar dalamw aktu yang cukup lama, tubuh cenderung terasa lebih lemas dan Lelah dari biasanya. Hal tersebut dikarenakan adanya perbuahan pola konsumsi, makan dan minum, saat puasa.
Selama Sahabat Sehat RSA UGM tidak mengantongi riwayat penyakit atau kondisi tertentu, berolahraga saat puasa dapat dikategorikan aman untuk dilakukan, bahkan bisa memberikan manfaat kesehatan, diantaranya meningkatkan mood, berat badan terkontrol, serta tubuh lebih bugar, dan daya tahan tubuh lebih terjaga.
Berikut hal-hal yang perlu Sahabat Sehat RSA UGM perhatikan, diantaranya:
- Pastikan Sahabat Sehat RSA UGM sahur dengan menu makanan bergizi, dan seimbang agar kebutuhan gizi tubuh terpenuhi. Akan lebih baik apabila menambah porsi Protein lebih banyak dibandingkan karbohidrat.
- Pastikan Sahabat Sehat RSA UGM mengonsumsi air mineral dengan cukup, yakni 8 gelas per hari saat sahur dan berbuka.
- Sahabat Sehat RSA UGM dapat melakukan exercise atau olahraga saat menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa, tidak sedikit orang juga yang merasa lebih fresh saat olahraga sebelum sahur dan setelah sahur. Jangan lupa untuk melakukan pemanasan yang cukup sebelum exercise.
- Bisa memilih berolahraga setelah sahur atau setelah berbuka, pastikan memberikan jeda sekitar 1 – 2 jam sesudah makan.
- Pilihlah olahraga dengan intensitas rendah yang disesuaikan dengan olahraga yang disukai.
Informasi lebih lanjut terkait keolahragaan dan pemeriksaan Cardiopulmonary Exercise Test (VO2Max) hubungi Health Tourism and Wellness RS Akademik UGM : klik disini